Sempat Misteri, Polisi Temukan Jejak Ini Pasca Tewasnya Anawati di dalam Sumur Tua 

Jumat, 20 Juli 2018 | 16:18:16 WIB
Upaya evakuasi mayat Anawati, korban diduga tindak pembunuhan di dalam sebuah sumur di Tambusai, Rokan Hulu.

TAMBUSAI (RIAUAIR.COM)- Jejak misteri kematian Anawati (34),  seorang perempuan muda di sebuah sumur tua di  Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, Rokan Hilir mulai terkuak.

Aparat kepolisian Tambusai, bekerja sama dengan Polres Rokan Hulu berhasil menangkap RS (23) seorang pria yang sejauh ini dicurigai mengetahui penyebab kematian wanita muda warga warga RT19/ RW 02 Dusun Sungai Lahun DK 1 Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai tersebut. 

Pria warga Manggala Jonson Kabupaten Rokan Hilir itu dibekuk Jalan Garuda Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai Selasa sor‎e (17/7/2018) oleh personel gabungan Polres Rohul dan Polsek Tambusai.

Sejauh ini aparat kepolisian memang belum mengungkap bentuk keterlibatan RS dalam kasus meninggalnya Anawati. Namun, dari informasi yang diperoleh dari RS, disebutkan ada dua orang lainnya yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang oleh aparat kepolisian. 

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua S.Ik, M.Si, dikonfirmasi wartawan di sela kegiatannya di Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangaraian, Jumat (20/7/2018)membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku pembunuhan korban Anawati.

''Berhasil ditangkap, RS (23) warga Manggala Jonson Rokan Hilir. Sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian. 

Disebutkan dia,  dua terduga pelaku lain dikabarkan warga Kecamatan Tambusai," katanya.

Diterangkannya, terduga pelaku RS diringkus personel gabungan dari Polres Rohul dan Polsek Tambusai pada Selasa sor‎e (17/7/2018), di Jalan Garuda Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan muda ditemukan mengapung di sumur rumah kosong yang tidak ditempati. 

Belum diketahui apa penyebab dari perempuan tersebut meninggal dunia sehingga terjun ke dalam sumur. Namun, aparat kepolisian setempat mengindikasikan ada tanda-tnda kekerasan pada tubuh korban. 

Tubuh Anawati  ditemukan, Sabtu (14/7/2018) sore oleh warga di dalam sumur sebuah rumah kosong. Penemuan mayat tersebut bermula dari kecurigaan warga, yang mencium aroma tak sedap di belakang rumah.

Polisi yang mendapat informasi langsung melakukan penyelidikan. Dan diketahui kalau korban bermukim di Sialang Rindang, Kecamatan Rambah Kabupaten Rohul.

Pasca otopsi di RS Bhayangkara Pekanbaru, diperoleh beberapa kesimpulan bahwa kematian Anawati  diduga kuat, akibat tindak kekerasan. Dibagian leher dan kepala  ditemukan bekas benda tumpul.

''Ya, memang ditemukan bekas kekerasan disebabkan benda tumpul pada bagian leher dan kepala. Tapi motifnya belum bisa disimpulkan,'' ungkap Kasubbid Dokpol Biddokes Polda Riau Kompol Supriyanto, Selasa (17/7/2018) lalu.

Kompol Supriyanto, Selasa (17/7/2018) pagi mengungkapkan, kekerasan tumpul yang dialami korban bisa disebabkan beberapa faktor. Yang jelas hasil otopsi menyimpulkan, ada bekas tersebut pada kepala dan lehernya.

"Bisa akibat kekerasan, untuk luka terbuka kita temukan pada kepala bagian belakang," ungkap dia.(R04)


 

Terkini